Killer Statement
(Sumber: Killer Statement oleh Anthony Dio
Martin)
Ada
sebuah istilah komunikasi negatif dalam Kecerdasan Emosional yang disebut killer
statement. Apa itu killer statement? Gampangnya, killer statement itu adalah
segala bentuk pernyataan kita yang kita keluarkan, sadar maupun tidak, tetapi
melukai dan mampu merusak mental maupun semangat orang lain.
Jenis-jenis
killer statement ini, tanpa sadar kita dengar setiap hari, atau barangkali tanpa
sadar kita keluarkan dengan maksud bercanda, memotivasi, tapi justru merusak.
Nah, kalimat-kalimat perusak jiwa yang menghasilkan perasaan yang negatif pada
diri seseorang itulah yang seringkali kita sebut killer statement.
Menariknya, sejarah dunia komik pun pernah mencatat akibat buruk dari
killer statement yang pernah diterima oleh dua anak bernama Jerry Siegel dan Joe
Shuster. Kisahnya begini. Di masa depresi yang melanda Amerika pada 1933, Jeery
Siegel mempunyai ide menciptakan seorang tokoh pahlawan anak-anak yang mempunyai
kemampuan luar biasa.
Tenaganya lebih kuat dari besi, bisa terbang dan
asalnya dari planet lain. Maka, bersama dengan temannya yakni Joe Shuster yang
pandai melukis, diciptakanlah untuk pertama kalinya gambaran manusia baja
tersebut. Tetapi gambaran komik manusia super itu tidaklah begitu menarik.
Kecaman dan kritikan diterima.
Selama enam tahun berturut-turut komiknya
pun ditolak sana-sini. Hingga akhirnya, puncak kehancuran mental Siegel dan
Shuster terjadi saat mereka mendengar ada editor dari Detective Comics yang
membutuhkan komik strips. Lantas mereka pun mencoba menjual kepada mereka.
Tapi, saat membuka-buka dan menlihat gambaran komik mereka, para editor
pun tertawa dan berkata, "Wah, nggak akan ada yang percaya dengan ide komik
seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin laku dijual". Maka, karena sudah
terlalu frustrasi dengan penolakan dan kalimat yang menghancurkan itu, Shuster
dan Siegel akhirnya sepakat menjual komik serta segala hak ciptanya kepada
Detective Comics hanya senilai US$130.
Perhatikan baik-baik, hanya
seharga US$130 ! Tapi, itulah kesalahan terbesar Siegel dan Shuster akibat
terlalu mendengarkan killer statement yang diterimnya. Karena, beberapa saat
setelah komiknya dibeli, karakter komiknya ternyata menjadi pujaan. Anda pasti
bisa menebak. Itulah tokoh Superman, manusia Krypton dengan kemampuan terbang,
penglihatan super serta kekuatan fisik yang luar biasa.
Komik Superman
menjadi begitu laris, hingga difilmkan, karakternya menjadi tokoh idola
anak-anak. Sementara Shuster dan Siegel, penciptanya yang pertama, hanya bisa
gigit jari. Tokoh Superman menjadi populer dan meraup keuntungan miliaran dolar
AS. Tapi tokoh penciptanya hanya mendapat US$130, bahkan hidup dalam utang dan
kemiskinan.
Untungnya, pada 1975 setelah mendapatkan tekanan
bertubi-tubi dari publik yang menganggap Detective Comics tidak
berperikemanusiaan dengan membiarkan pencipta Superman hidup dalam miskin,
akhirnya Detective Comics sepakat memberikan jaminan finansial. Tetapi, kalau
kita melihat kembali, itulah harga dari sebuah killer statement yang telah
menghancurkan karir dan kehidupan dua orang bocah bernama Shuster dan Siegel.
Pembaca, kisah ini kiranya membuat kita sadar akan bahaya dari killer
statement dalam hubungan interpersonal kita. Memang, kadang killer statement ini
diucapkan tidak dengan intensi yang negatif, tapi dampaknya, sungguh merusak!
Namun, bisa juga killer statement ini diucapkan dengan maksud khusus untuk
menjatuhkan mental orang yang mendengarnya.
Tips penting
Untuk itu, ada beberapa tip penting bagi kita. Pertama, hati-hati dengan
killer statement yang mungkin kita ucapkan baik kepada anak kita, pasangan hidup
kita, rekan kerja maupun bawahan kita. Killer statement ini menunjukkan bahwa
kalimat yang diucapkan tanpa pertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan
maupun karakter baik seseorang.
Karena itu, kalaupun Anda sedang stress,
sedang tidak dalam kondisi mood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya,
ataupun merasa tidak suka dengan apa yang Anda saksikan, usahakan untuk
menghindari menggunakan kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela.
Kedua, kita sendiri sebagai orang yang akan dan biasa menerima killer
statement dari orang-orang di sekitar kita, lebih baik kita siapkan anti virus
bagi kita sendiri. Anti virus ini berisi kalimat lain yang kita ucapkan pada
diri kita sendiri, meskipun orang lain sudah mengatakan killer statement itu
kepada kita.
Dalam workshop Kecerdasan Emosional yang kami lakukan,
salah satu latihan yang kami berikan adalah dengan menggunakan kalimat penguatan
positif yang cepat menetralkan meskipun orang lain telah mengatakan hal yang
buruk kepada Anda.
Menariknya, juga di salah satu acara kontes menyanyi,
ada seorang penyanyi kodang yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk
juri. Saat itu ada seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk dan akhirnya
tersingkir. Saat sebelum mundur, si penyanyi tua ini memberikan nasihat, "Jangan
pedulikan hasil penilaian ini buatmu. Yang penting adalah kuatkanlah dirimu
terus. Sayapun tidak pernah menjuarai kontes menyanyi, toh dengan kegigihan,
saya bisa menjadi seorang penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa
berhasil". Wow, mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang artis dan
bintang penyanyi tua ini.
Sungguh suatu kata-kata penguatan yang luar
biasa. Andapun harus mengatakan hal yang sama kepada diri Anda, saat Anda
diberikan kata-kata negatif ataupun killer statement. Ingatlah pembaca, jangan
sampai potensi dan kemampuan Anda dirusak oleh kata-kata dari kalimat orang yang
tidak bertanggung jawab. Merekalah yang sebenarnya punya masalah dengan diri
mereka. Jangan biarkan mereka merusak diri Anda. Jangan biarkan mereka mencuri
mimpi Anda.